jelajahhutan.com

Let's the journey begin!

Baca Juga

Mulut gua Seluring. Foto Jelajahhutan.com
BENGKULU - Desa yang di huni 181 kepala keluarga (KK) ini, tidak hanya menyimpan air terjun nan mempesona, air terjun Batu Jelapang. Wilayah yang menjadi penghasil rebung 500 kg atau 0,5 ton per hari ini juga memiliki objek wisata, dunia bawah tanah, gua. Gua Siyoa, namanya.

Gua ini berada di perbatasan TWA Bukit Kaba, dua kilometer (KM). Tak Jauh dari, air terjun Batu Jelapang. Di kawasan hutan bambu, persisnya. Tersembunyi. Destinasi ini cukup menantang dan memacu adrenalin traveller. Gua itu berada di kemiringan sekira 60 derajat. Di lembah, aliran anak sungai.   

Jalan menuju ke gua Siyoa. Foto jelajahhutan.com
Mulut gua berdiamter 1,5 meter. Kedalaman gua itu tidak kurang dari 10 meter. Gua itu masih alami. Hal tersebut masih banyaknya hewan bersayap, kelelawar. Untuk menyusur gua tersebut hanya membutuhkan waktu lima menit, kira-kira.

Di dalam gua terdapat ruang cukup luasnya empat meter, kira-kira. Ruang itu, berada kedalaman tiga meter dari mulut gua. Tinggi ruang itu bervariasi dari 2 meter hingga 4 meter. Di kedalaman tersebut traveller akan menemukan sisa-sisa kotoran, Kelelawar serta hewan bersayap lainnya.

Gua Siyoa. Foto Dedek Hendry
Sebelum tiba di gua Seluring sebutan masyarakat setempat. Traveller musti menempuh perjalanan tidak kurang dari 45 menit hingga satu jam, dari air terjun Batu Jelapang. Dalam perjalanan akan disajikan berbagai pemandangan menajubkan. Dari anak air terjun hingga panorama alam perbukitan yang membentang luas.

Destinasi tersebut akan dinikmati sepanjang perjalanan menuju ke gua yang di bagian bawah gua di aliri air dari anak sungai di kawasan itu. Tidak hanya itu, sajian lainnya masih banyaknya tumbuhan hutan yang tumbuh subur di daerah ini.

Tumbuhan Hutan, Kapu Laga di areal kaki Bukit Hitam. Foto jelajahhutan.com
Pepohonan yang menjulang tinggi, dengan berbagai ukuran. Hingga tanaman obat-obatan. Kapu Laga, misalnya. Obat masuk angin ini tumbuh subur di daerah yang berbatasan langsung dengan TWA Bukit Kaba. Selain itu, tumbuhan kecombrang pun ikut tumbuh subur di kawasan Kaki Bukit Hitam.

Perjalanan menuju gua Siyoa, cukup menguras tenaga. Jalan yang ditempuh cukup ekstrem. Sesekali mendaki tebing cukup tinggi. Kemiringannya, 45 derajat. Meskipun demikian, perjalanan melelahkan tersebut terbayar ketika traveller tiba di mulut gua. Menyaksikan keindahan gua yang terbentuk secara alami.

Air terjun di kawasan menuju gua Siyoa. Foto jelajahhutan.com
Petualangan susur gua itu dapat dinikmati wisawatan, dengan perjalanan darat. Menuju desa yang berbatasan dengan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Berjarak sekira 21 kilometer (km) dari pusat pemerintah kabupaten (KM) Kepahiang.

Dari Kota Bengkulu, objek wisata tersembunyi di kaki Bukit Hitam ini berjarak sekira 78 km. Destinasi di desa yang di huni 659 jiwa ini dapat disambangi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Memakan waktu tidak kurang dari 2,5 jam.

''Gua itu di beri nama Siyoa artinya Seluring. Gua yang tembus memiliki dua mulut dari sisi bawah gua dan bagian atas gua,'' jelas kata Kepala desa (Kades) Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Harwan Iskandar, Selasa 22 Januari 2019.

Air terjun saat menuju perjalan ke gua Siyoa. Foto Jelajahhutan.com

No comments:

Post a Comment