Merasakan Sensasi dan Inspirasi Destinasi Baru di Samarinda

Dok. Operations Director Batik Air, Capt. I Putu Wijaya - tengah
JAKARTA – Apakah sudah menetapkan destinasi popular liburan akhir tahun? Sebagai referensi, Samarinda bisa menjadi bagian dari rencana perjalanan. Kota ini adalah ibukota provinsi dan salah satu gerbang ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang menawarkan berbagai pilihan objek wisata.

Bagi pehobi kearifan lokal disarankan berkunjung di jalan Bung Tomo Samarinda Seberang, merupakan kawasan pembuatan sarung tradisional. Mayoritas perkampungan di area tersebut ialah pengerajin sarung Samarinda.

Jangan lewatkan ke East Kalimantan Center, pusat wisata belanja oleh-oleh Kaltim yang menjual produk unggulan, ada aneka makanan khas Amplang Samarinda, Lempok Durian, kerupuk ikan, serta variasi kerajinan rotan, manik-manik, ukiran kayu, kaos Kalimantan, batik hingga tenun Kalimantan dan lainnya.

Sementara untuk wisatawan yang menggemari budaya dan sejarah, Desa Wisata Budaya Pampang sebagai kawasan tepat untuk mengenal suku Kaltim, karena disinilah terdapat taman budaya Suku Dayak. Pelancong bisa mengabadikan momen spot instagenik berlatar rumah tradisional Lamin ataupun larut dalam upacara Pelas Tahun Pampang, atraksi masyarakat Suku Dayak Kenyah sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian.

Dari beragam tujuan menarik dan potensi bisnis di Samarinda akhirnya menambah deretan kota favorit khususnya di Kalimantan yang dapat segera dikunjungi. Impian kalangan pebisnis dan turis untuk menjelajahi koridor Pulau Borneo lebih luas lagi sudah terwujud. Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group mulai, Rabu 5 Desember 2018, memperkenalkan destinasi baru Samarinda.

Penerbangan perdana diresmikan dengan pengalungan bunga kepada tamu serta pengguntingan pita oleh Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Letkol PNB Puguh; Executive General Manager Angkasa Pura II Halim Perdanakusuma, Marsma PNB PIP Darmanto; General Manager AirNav Indonesia Halim Perdanakusuma, Hengky Poluan dan Operations Director of Batik Air, Capt. I Putu Wijaya.

Layanan perdana Batik Air dimulai dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP), menggunakan nomor ID-7281. Pesawat lepas landas pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 10.00 WITA di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kaltim (SRI). Penerbangan ini membawa 123 tamu.

Sedangkan penerbangan kembali, Batik Air memiliki waktu keberangkatan dari Samarinda pada 10.40 WITA bernomor ID-7280 dan sudah tiba pukul 11.40 WITA di Jakarta, dengan membawa 141 tamu. Jaringan ini dilayani secara regular pergi-pulang (PP) satu kali setiap hari. Penerbangan menuju Samarinda dioperasikan dengan armada terbaru Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi.

Dok. Penerbangan Perdana Jakarta Halim Pk ke Samarinda 
''Atas nama Batik Air, kami sangat bangga meluncurkan rute baru ke Samarinda di Kalimantan. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mengucapkan terima kasih kepada regulator, PT Angkasa Pura II, AirNav Indonesia, pengelola Bandar Udara APT Pranoto, seluruh kru, karyawan serta semua pihak dalam memperlancar kesuksesan inagurasi dari ibukota negara yaitu Jakarta menuju ibukota Kaltim,'' kata Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie, dalam keterangannya yang diterima jelajahhutan.

''Dalam mengakomodir sesuai kebutuhan di kelas premium, kami menyediakan layanan terbaik dan menambahkan kenyamanan tamu saat berada di pesawat (in-flight services) dengan upaya memperkuat pengalaman terbang di kelas premium services berkonsep pre-flight, in-flight serta post-flight,'' sambung Luthfie.

Menurut Luthfie, Jakarta melalui Halim Perdanakusuma adalah kota ketiga yang terhubung dengan Samarinda setelah Soekarno-Hatta, Tangerang dan Makassar. Ekspansi pasar dari kota tersebut dilakukan sejak November lalu, yang dilatarbelakangi permintaan tinggi masyarakat terhadap perjalanan udara serta tren bepergian wisata.

Sehingga, kata dia, Batik Air menempatkan Halim Perdanakusuma menjadi pilihan baru bagi warga Samarinda menuju Jakarta dan sekitarnya. Begitu juga sebaliknya, pebisnis maupun turis dari Metropolitan semakin mudah menuju Kota Tepian.

''Pembukaan rute baru dari Jakarta ke Samarinda juga menjadi langkah strategis serta bagian komitmen Batik Air dalam memperluas konektivitas yang nyaman, sehingga terbentuk mobilitas terbaik bagi wisatawan maupun pebisnis. Kesungguhan Batik Air ini diharapkan mampu mengembangkan peningkatan lalu lintas perdagangan dan pariwisata antarpulau melalui kemudahan akses moda transportasi udara serjalan program pemerintah. Kami optimis bahwa penerbangan bisa membantu dalam mewujudkan perekonomian di masing-masing kota menjadi lebih baik,'' pungkas Luthfie.

Sebagai informasi, Batik Air telah terbang ke lebih dari 42 destinasi domestik dan internasional (Singapura; Kuala Lumpur, Kinabalu, Malaysia; Chennai, India; Perth, Australia) dengan frekuensi mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari.

Operasional Batik Air didukung 41 Airbus A320-200 CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) serta delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).



Merasakan Sensasi dan Inspirasi Destinasi Baru di Samarinda Merasakan Sensasi dan Inspirasi Destinasi Baru di Samarinda Reviewed by jelajahhutan.com on December 06, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.