Ajak Gemar Membaca, Mulyadi Sulap ''Kuda Besi'' jadi Perpustakaan Keliling

Aipda Mulyadi. Foto Dok Mulyadi

BENGKULU - Mulyadi, satu dari ribuan personil anggota Polri di Provinsi Bengkulu. Pria berpangkat Aipda ini menggalakkan perpustakaan keliling di wilayah desa binaannya di Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko. Bahkan, dirinya mengajak kalangan pelajar, untuk gemar membaca 15 menit setiap hari.

Seruan tersebut diterapkan Mulyadi di sekolah-sekolah. Mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. hal tersebut lantaran dirinya sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) diempat desa Kecamatan XIV Koto, seperti desa Tanjung Mulya Sp9, Lubuk Sanai, Pauh Terenja dan desa Rawa Bangun.

Selain menjalankan tugas pokok sebagai anggota Polri, dirinya berkeinginan agar pelajar di wilayah desa binaannya dapat gemar membaca buku. Hal tersebut berangkat dari banyaknya kalangan pelajar di wilayah desa binaanya, terasuki dunia internet melalui smarphone. Sehingga membaca buku dikesampingkan oleh kalangan pelajar.

Sehingga dirinya mengajak masyarakat dan pelajar gemar membaca. Caranya, Mulyadi menyulap ''kuda besi'' menjadi perpustakaan keliling. Di mana di bagian boks belakang sepeda motor dinasnya terdapat sejumlah buku bacaan. Di mana dia pun berkeliling desa setiap hari serta mengontrol kondisi desa binaanya.

Hari itu, Senin 24 September 2018. Mulyadi, sedang duduk santai di kantor Pos Polisi (Pos Pol) XIV Koto, bersama istrinya. Yuli Rosdiana, namanya. Cuaca di daerah itu cerah berawan. Tidak ada kememawahan di Pos Pol yang juga dijadikan tempat tinggalnya itu. Terdapat dua buah meja terbuat dari kayu, berikut dengan kursinya di bagian depan Pos Pol.

Ukuran bangunannya pun tidak terlalu besar. Mayoritas terbuat dari papan, sederhana. Bangunan itu berukuran, 5x6 meter, kira-kira. Dengan dua buah kamar, satu kamar mandi. Menariknya, di bagian samping Pos Pol tersebut terdapat satu bangunan mini berupa perpustakaan. Ukurannya 3x3 meter, kira-kira.

Di dalam perpustakaan tersebut, terdapat koleksi buku bacaan sebanyak 250 judul buku dengan jumlah buku 500 buah. Bantuan dari perpustakaan daerah, tahun 2016. Namun, buku bacaan tersebut hanya berupa buku bacaan agama, inspirasi. Tidak banyak buku bacaan untuk kalangan murid SD maupun buku pelajaran untuk siswa SMP dan SMA.

Sebelum mendapatkan bantuan buku, dirinya mendapatkan pinjaman buku dari perpustakaan desa setempat sebanyak 197 buku. Di mana buku itu berupa buku bacaan, dongeng dan agama. Buku itulah awal mulanya Mulyadi menjalankan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. 

Perpustakaan keliling tersebut merupakan salah satu kegiatan pria kelahiran, Padang, Sumatera Barat, selain menjadi anggota Polres Mukomuko, setiap hari. Pria 41 tahun itu mengajak kalangan murid SD, siswa SMP dan SMA untuk gemar membaca. Caranya, dengan menyambangi sekolah-sekolah yang menjadi desa binaannya.

''Di desa binaan saya ada tujuh sekolah. Sekolah dasar ada 4, SMP ada 2 dan SMA ada satu. Sekolah yang mulai menerapkan gemar membaca 15 menit sudah dua sekolah,'' kata Mulyadi, saat ditemui dikediamannya, beberapa waktu lalu.

Foto Dok Mulyadi

Smartphone Racuni Kalangan Murid SD

Bapak dari dua orang anak ini menceritakan, gerakan membaca 15 menit di kalangan anak sekolah di wilayah desa binaannya, bermula dari cerita anak keduanya, Pandu Bramarta Mulya. Di mana, anaknya itu menceritakan jika teman sejawatnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sibuk memainkan smartphone. Dengan membuka konten atau hal-hal yang tidak benar di smartphone.

Bahkan, kalangan murid SD tersebut menyaksikan konten tidak benar itu di salah satu areal perkebunan sawit di daerah tersebut. Berangkat dari keprihatinan tersebut, suami dari Yuli Rosdiana tersebut memiliki ide cermerlang. Dengan menyambangi sekolah tersebut. Mulyadi pun menginisiasi perpuskataan keliling, mengajak gemar membaca 15 menit di sekolah-sekolah.

Tidak hanya dari cerita anak keduanya, Pandu Bramarta Mulya. Perpustakaan keliling dan gemar membaca 15 menit tersebut terinspirasi dari anak pertamanya, Adinda Ramadani Mulya Putri (14), yang memiliki keterbelakangan. Di mana, saat anak keduanya pergi sekolah anak pertamanya selalu menangis ketika ditinggalkan adiknya sekolah.

Meskipun memiliki kekurangan, anak pertamanya itu keinginan untuk belajar dan menulis. Berangkat dari kondisi itulah dirinya terinsiprasi menerapkan perpustakaan keliling dengan menggunakan motor dinas (tornas) Bhabinkamtibmas keliling desa, dengan membawa sejumlah buku ke sekolah-sekolah dan desa-desa.

''Saya kan Bhabinkamtibmas, selain harus dekat dengan masyarakat juga musti ada kegiatan sosial untuk diberikan kepada masyarakat. Gemar menbaca 15 menit di sekolah-sekolah satu satunya,'' sampai Mulyadi.

Namun, penggalakkan gemar membaca 15 menit tersebut tidak serta merta langsung diterima oleh masyarakat maupun dukungan dari pemerintah kabupaten Mukomuko. Sebab, dirinya sempat mengusulkan gemar membaca 15 menit tersebut ke dinas pendidikan dan kebudayaan, belum ditanggapi serius. Meskipun demikian, Mulyadi tetap menjalankan dan menggalakkan gemar membaca 15 menit.

Tidak hanya itu, sejak perpustakaan keliling yang ia lakoni itu pada awal Januari 2018. Dirinya juga belum mendapatkan bantuan buku bacaan pelajar untuk murid SD, siswa SMP dan SMA dari pemerintah daerah. Sehingga dirinya merasa ada yang kurang ketika mengajak murid, siswa membaca buku. Sebab, buku yang Mulyadi bawa hanya buku dongeng, agama.

Buku yang Mulyadi bawa dengan boks di bagian belakang sepeda motornya hanya beberapa judul buku. Namun, hal tersebut tidak mengurangi untuk mengajak kalangan pelajar gemar membaca buku bacaan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat sehari-hari.

''Buku yang dibawa merupakan buku bantuan dari perpustakaan daerah. Saya masih membutuhkan buku bacaan terkait mata pelajaran,'' ujar Mulyadi.

Foto Dok Mulyadi

Kapolri Beri Pin Emas 

Berkat ide cermerlangnya, gemar membaca 15 menit setiap hari. Mulyadi mendapatkan penghargaan pin emas dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, pada Maret 2018 lalu. Penghargaan tersebut Mulyadi terima setelah dirinya menginspirasi banyak orang termasuk anggota Polri di wilayah Provinsi Bengkulu.

Bahkan, pin emas tersebut merupakan satu-satunya pin emas yang diberikan Kapolri, kepada anggota Polri di jajaran Polda Bengkulu. Hal tersebut merupakan salah satu dukungan dan suport dari Kapolri atas ketelatenan dirinya di lingkungan masyarakat selaku Bhabinkamtibmas.

''Iya, anggota saya, Mulyadi, mendapatkan penghargaan pin emas dari bapak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian,'' kata Kapolres Mukomuko, AKBP Yayat Ruhiyat, saat ditemui.

Gemar Membaca 15 Menit akan Libatkan Seluruh Sekolah di Mukomuko  
Salah satu sekolah yang telah menerapkan gemar membaca 15 menit setiap hari, sekolah dasar (SD) Negeri 01 XIV Koto Kabupaten Mukomuko. Hal tersebut diterapkan SD tersebut lantaran dampak postif yang akan ditimbulkan dari murid SD, yang akan menambah pengetahun dan menghindari hal-hal negatif dari pengaruh smartphone.

Kepala SD 01 XIV Koto, Arianto mengatakan, penerapan gemar membaca 15 menit setiap hari tersebut dilakukan setiap hari, berkat adanya usulan dan ide dari Bhabinkamtibmas, Aipda Mulyadi. Sebelumnya, murid SD masuk pukul 07.31 WIB. Namun, sejak penerapan membaca 15 menit maka murid SD, masuk pukul 07.15 WIB.

Di mana waktu selama 15 menit tersebut, kata Arianto, digunakan seluruh murid kelas I hingga kelas VI untuk membaca buku. Baik buku bacaan maupun buku pelajaran. Di mana buku bacaan tersebut juga telah disiapkan di perpustakaan di sekolah. Setelah membaca buku selama 15 menit maka murid kembali melanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM).

''Sebelum adanya ide membaca 15 menit setiap hari, di sekolah kami masuk pukul setengah delapan. Namun, sejak adanya gemar membaca maka kami masuk sekolah lebih awal limabelas menit. Ini tidak hanya berlaku kepada murid namun seluruh dewan pun melakukan hal yang sama,'' kata Arianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayanan Kabupaten Mukomuko, Saburdi menyampaikan, gemar membaca yang diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas, Mulyadi salah satu ide cemerlang. Sebab, kata Saburdi, dengan membaca dapat menambah pengatahuan kalangan pelajar, serta mengisi hari dengan hal-hal positif.

''Ini akan kami jadikan program kabupaten. Insa Allah, akan kami terapkan dan akan kami terapkan ke lingkungan masyarakat, secara langsung dan melibatkan sekolah-sekolah di Mukomuko,'' janji Saburdi.

Ajak Gemar Membaca, Mulyadi Sulap ''Kuda Besi'' jadi Perpustakaan Keliling Ajak Gemar Membaca, Mulyadi Sulap ''Kuda Besi'' jadi Perpustakaan Keliling Reviewed by demonfajri okezone on October 07, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.