Menyambangi Kahyangan Tempat Tirakat Mencari Wahyu Kedaton Raja Mataram

Foto Braman
JAWA TENGAH - Salah situs sejarah di bagian timur Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi obyek wisata religi yang ramai dikunjungi pengunjung. Di mana destinasi satu ini diketahui berbalut kisah misteri dan di kenal wingit atau angker oleh masyarakat setempat.

Khususnya pada malam jumat kliwon atau malam satu suro dalam kalender Jawa. destinasi ini terletak 50 kilometer (km) dari pusat kota Wonogiri, tepatnya. Di dusun Ndlepih Kecamatan Tirtomoyo, persisnya. 

Kahyangan, di percaya sebagai petilasan Danang Sutowijoyo atau kelak bergelar Panembahan Senopati Raja Mataram untuk bertirakat mencari wahyu kedaton. Di tempat ini terdapat satu lokasi yang di percaya tempat petilasan Panembahan Senopati. Selo bethek, namanya. Batu yang dipagari dengan anyaman bambu atau di sebut bethek.

Konon, Selo Bethek merupakan petilasan Panembahan Senopati ketika pertama kali mengawali semedinya saat tiba di Kahyangan. Batu besar tersebut sempat menjadi lokasi bertapa Panembahan Senopati.

Selain itu, di lokasi ini terdapat satu batu di bagian atasnya melebar menyerupai payung. Selo Payung, namanya. Masyarakat meyakini petilasan Selo Payung merupakan tempat Raja pertama kesultanan Mataram, Danang Sutawijaya. Di mana lokasi itu diketahui saat Raja pertama kesultanan Mataram naik tahta. Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah, gelarnya.

Di tempat yang sama, terdapat petilasan Selo Gapit atau Penangkep, berupa dua buah batu besar. Di bagian atas, tepatnya. Batu itu saling bersentuhan mirip Gapura.

Dianggap sakral, sehingga tempat ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk meditasi dan ngalab berkah pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Malam menjelang pergantian tahun Jawa atau bulan Suro, khususnya.

Diketahui banyak pendatang dari luar daerah, terutama dari daerah Yogyakarta dan Surakarta, bertirakatan di tempat yang disakralkan tersebut.

Di destinasi wisata inilah para pengunjung bermeditasi atau sekedar beristirahat sembari merenung dan mencari inspirasi. Sembari mendengarkan suara gemericik air serta hijaunya pepohonan yang di lokasi ini.

Namun, bagi para pengunjung yang ingin datang ke Kahyangan. Sebaikanya tidak mengenakan pakaian baju warna hijau pupus serta kain bermotif parangklitik. Hal tersebut merupakan kepercayaan secara turun menurun masyarakat setempat.

Penulis : Braman

Menyambangi Kahyangan Tempat Tirakat Mencari Wahyu Kedaton Raja Mataram  Menyambangi Kahyangan Tempat Tirakat Mencari Wahyu Kedaton Raja Mataram Reviewed by Demon Fajrie on August 04, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.