Kisah Sembilan Tentara Pelajar Melawan Penjajah

Monumen Joko Songo. Foto Braman. 
JAWA TENGAH - Sebuah monumen berdiri kokoh di Provinsi Jawa Tengah. Monumen itu salah satu bentuk untuk mengenang perjuangan tentara pelajar (TP) ketika melawan penjajahan. Bangunan tersebut berada di lereng gunung Lawu. Kawasan Matesih, Karang Pandan, tepatnya.

Joko Songo, namanya. Monumen itu sendiri merupakan perjuangan sembilan tentara pelajar yang gugur di usia muda. Bangunan tersebut dapat di kunjungi masyarakat umum. Lokasinya, di ruas jalan Matesih - Karang Pandan.

Berdiri kokoh di samping pasar Matesih. Dulunya lokasi tersebut merupakan taman makam pahlawan Matesih yang di kebumikan 14 pejuang kemerdekaan. Saat ini makam tersebut telah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan, Karanganyar.

Salah satu warga Matesih, Wardoyo (68) mengatakan, tugu tersebut di bangun untuk mengingat kisah heroik sembilan pemuda tentara pelajar. Sembilan pemuda it, Laktoto, Soenarto, Moerjoto, Soenarto, Slameto, Roesman, Soekotjo, Soeprijadi, Salam Hasyim dan Waluyo.

Mereka di kenal sebagai Joko Songo. Artinya, sembilan perjaka tentara pelajar yang gugur dalam membela tanah air pasca kemerdekaan. Di mana mereka tergabung dalam pasukan ALAP-ALAP.

''Mereka gagah berani tanpa persenjataan lengkap rela menghadang tentara Belanda yang sedang berpatroli hingga ke Tawangmangu,'' cerita Wardoyo, beberapa waktu lalu.

Kala itu, cerita Wardoyo, usai salat Ashar. Tepatnya pada awal Januari 1949, di wilayah Doplang dan Pablengan terjadi pertempuran tidak seimbang antara penjajah melawan tentara pelajar yang tergabung dalam pasukan Alap-Alap.

Di kawasan tersebut dulunya masih berupa hutan belantara. Namun, dengan tekat baja, modal keberanian hidup atau mati tentara pelajar nekat menghadang dan menyerang pasukan penjajah yang sedang berpatroli dengan menggunakan bom tarik.

Lantaran mendapat serangan mendadak dan tidak terduga, kisah Wardoyo, membuat pasukan penjajah kalang kabut. Akhirnya sang komandan penjajah meminta bantuan pasukan dari markas di kawasan Solo, yang dilengkapi senjata lengkap.

Selanjutnya, penjajah pun langsung membalas dan menyisir keberadaan tentara pelajar. Pasukan tentara pelajar yang tidak memiliki persenjataan lengkap hanya pasrah diterjang peluru pasukan Belanda.

Pertempuran yang tidak seimbang, membuat pasukan tentara pelajar jatuh berguguran akibat timah panas. Usai pertempuran dan kondisi di rasa aman jasad sembilan pemuda anggota tentara pelajar di bawa ke balai pengobatan yang sekarang bernama Puskemas Matesih.

Konon jasad mereka berhasil di evakuasi dan di usung dengan bambu beralas tikar. Hingga akhirnya dimakamkan di dekat Pasar Matesih yang pada akhirnya dipindahkan ke taman makam pahlawan. dni didirikan tugu Joko Songo,'' dekimian Wardoyo.

Penulis : Braman

Author :

Terima kasih telah membaca artikel Kisah Sembilan Tentara Pelajar Melawan Penjajah .
Kisah Sembilan Tentara Pelajar Melawan Penjajah   Kisah Sembilan Tentara Pelajar Melawan Penjajah  Reviewed by Demon Fajrie on August 11, 2018 Rating: 5

1 comment:

  1. Sangat terpujilah para pelajar itu, mereka pasti punya kepedulian yang sangat amat tinggi terhadap negaranya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.