Berburu Kepiting di Muara Jenggalu, Seru!

Berburu kepiting. Foto miko
BENGKULU - Kepiting memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dipasaran. Bahkan beberapa jenis kepiting menjadi varietas ekspor, dengan harga yang menggiurkan. Kepiting bakau, misalnya.

Kepiting ini diketahui banyak hidup di hutan mangrove sekitar muara. Muara Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, salah satunya.

Hewan amfibi dengan cangkang dan capit ini dapat di olah menjadi berbagai sajian santapan lezat. Di mana gizi yang terkandung dalam hewan tersebut cukup tinggi. Namun, sebelum menjadi santapan musti ada beberapa proses yang musti dijalani. Seperti, proses penangkapan kepiting bakau dengan menggunakan perangkap.

Sebelum menangkap kepiting, terlebih dahulu disiapkan umpan untuk di makan oleh hewan berkaki sepuluh dengan cangkang keras ini. Umpan kepiting, berupa ikan segar yang di potong. Kemudian dimasukkan ke dalam kantung yang terbuat dari jaring.

Foto Miko
Umpan ini kemudian dimasukkan ke dalam perangkap atau bubu kepiting yang nantinya akan ditempatkan di sepanjang aliran muara dan hutan bakau. Satu per satu umpan tadi dimasukkan dan di ikat pada tengah bubu kepiting. Kemudian bubu yang sudah di beri umpan ini di taruh di pinggiran hutan bakau.

Jarak antar bubu satu dengan bubu yang lain sekira 15 hingga 25 meter. Hal tersebut untuk memudahkan mengetahui keberadaan bubu. Biasanya nelayan kepiting mengikatkan bubu dengan tali dan pelampung. Ini untuk mengatur jarak antar bubu.

Memasang bubu ini harus diperhitungkan dengan baik. Di mana nelayan harus mengetahui arus pasang-surut air laut. Selain memudahkan pemasangan bubu juga perolehan hasil perangkap yang akan didapatkan.

Sebaiknya, pemasangan bubu dilakukan di saat air pasang bergerak naik dan di angkat di saat air pasang bergerak turun. Untuk mengangkat atau melihat hasil tangkapan diperlukan waktu dua hingga tiga jam usai bubu di pasang.

Sembari menunggu nelayan setempat memanfaatkan waktu dengan melakukan aktifitas lain. Memperbaiki alat tangkap berupa jala, jaring, mencari lokan dan memancing, contohnya.

Kepiting bakau dengan nama latin scylla sp ini hidup di perairan payau terutama di kawasan hutan bakau atau mangrove. Hewan amfibi dengan cangkang dan sepasang capit besar ini lebih aktif pada malam hari.

Lengan kepiting berupa capit ini dipergunakan untuk merobek makanan dan alat pertahanan kepiting jika merasa terancam sehingga nelayan setempat. Biasanya mengikat capit kepiting dengan tali, selain untuk keamanan perlakuan ini difungsikan untuk menjaga kondisi kepiting agar dapat di jual dengan harga tinggi.

Untuk saat ini keberadaan kepiting mulai sulit untuk didapatkan. Selain kondisi hutan bakau yang rusak. Faktor lainnya, kondisi air yang diduga sudah mulai tercemar pun memberi dampak signifikan habitat hewan amfibi ini. Bahkan, eksploitasi besar-besaran terhadap kepiting pun turut mempengaruhi kelangkaan kepiting bakau ini.

Foto Miko
Salah satu nelayan pencari kepiting di perairan muara jenggalu Kota Bengkulu Heru Susilo, mengatakan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya hasil tangkapan kepiting menurun drastis. Begitupun dengan jenis dan bobot kepiting hasil tangkapannya.

''Jika dahulu bisa menghasilkan tiga hingga empat kilo per hari. Saat ini hanya menghasilkan satu hingga dua kilo per hari. Terkadang hasil tangkapan tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan,'' kata Heru, beberapa waktu lalu.

Harga kepiting bakau, sampai Heru, disesuaikan dengan kualitas kepiting itu sendiri. Nelayan setempat mengklasifikasi kepiting ini dalam empat grade atau tingkatan grade a,b,c, dan d.

''Kisaran harga dari 15 ribu rupiah hingga 65 ribu rupiah di tingkat nelayan sedang untuk ke pengepul bisa mencapai 120 hingga 150 ribu per kilogramnya.'' jelas Heru.

Saat ini untuk menjaga ekosistem dan keberadaan habitat kepiting bakau, nelayan setempat mulai menerapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Nomor 56 tahun 2016. Bahwa kepiting yang boleh di tangkap harus dengan ukuran panjang karapas di atas 15 centimeter atau dengan berat diatas 200 gram.

Penulis : Miko Bengkulu 

Author :

Terima kasih telah membaca artikel Berburu Kepiting di Muara Jenggalu, Seru!.
Berburu Kepiting di Muara Jenggalu, Seru! Berburu Kepiting di Muara Jenggalu, Seru! Reviewed by Demon Fajrie on July 07, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.