Mengunjungi Rumah Gadang Mande Rubiah Peninggalan Sejarah Pesisir Selatan

Benda Peninggalan di Rumah Gadang Mande Rubiah. Foto dok jelajahhutan
SUMATERA BARAT - Rumah Gadang Mande Rubiah terletak di Kecamatan Lunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Dari dari Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, berjarak sekira 70 KM dengan jarak tempuh sekitar 1, 5 jam perjalan darat. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Diketahui, Cagar Alam Rumah Gadang Mande Rubiah sudah ada sejak abad ke 14. Di mana peninggalan-peninggalan zaman terdahulu itu masih tersimpan rapi di cagar alam yang berada di Kampung Lubuk Sitepung Nagari Lunang Kecamatan Lunang Silaut.

Cagar Alam Mandeh Rubiah memiliki luas sekira 20.000 m2. Luas bangunannya 1000 m2, kira-kira. Rumah gadang atau Mandeh Rumbiah tidak terlalu luas, berukuran 3 x 6 meter. Didalamnya memiliki tiga ruang, tidak jauh berbeda dengan rumah gadang lainnya di Minang Kabau, Sumatera Barat.

Berbagai koleksi terdapat didalam Museum mandeh Rumbiah. Seperti, naskah, uang logam/kerta, senjata tajam, peralatan dapur, alat upacara agama, alat upacara adat, pakai adat, telur burung garuda.

Tidak hanya itu, di dalam rumah gadang Mandeh Rumbiah juga terdapat senjata api, piring besar porselin, lampu, tongkat, tempat sirih, lampu minyak, guci, pisau, kain songket, perkakas. Selain itu, ada dua buah Alquran tua yang bertuliskan tangan tidak berkulit sampul. Secara keseluruhan koleksi Musem sebanyak 213 buah.

Raja Batuah penjaga Museum menceritakan, banyak hal isi dalam Museum yang telah ada sejak zaman dulunya. Namun, yang paslin menarik, dalam museum saat ini adanya telur garuda yang telah ada sejak 500 tahun lalu. Selian itu, kondisi telur garuda mash tersimpan dengan rapi.

‘’Telur garuda memang masih ada di dalam lemari, dan ini telah ada sejak 500 tahun lalu,’’ katanya, beberapa waktu silam.

Telur garuda yang ada di Museum mulanya diperoleh dari Burung Garuda 500 tahun lalu. Telur garuda juga berasal dari pembunuhan Burung garuda, yang dulunya Burung garuda kerap kali memakan manusia.

Dalam cerita terdahulu, ada Raja di Desa Lanang Suni Kecamatan Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan yang telah berhasil membunuh Burung garuda dengan menggunakan Pedang Janawi.

Raja yang berhasil membunuh Burung Garuda bernama Raja Bujang, sebelumnya Raja Bujang melakukan pembuatan lobang dengan ukuran kecil, untuk merangkap Burung garuda. Sebagai pancingan, Raja Bujang sebagai umpan untuk Burung Garuda, namun Raja Bujang telah memegang pedang Janawi.

Tidak lama berselang Burung Garuda muncul dihadapan Raja Bujang, sembari Burung garuda mendekat Raja Bujang langusng melayangkan pedang Janawi ke bagian sayap Burung garuda kemudian Raja masuk kedalam Lobang yang telh dibuat sebelumnya. Al hasil Burung garuda dapat dilumpuhkan Raja Bujang.

‘’Sejak Burung Garuda yang telah berhasil dilumpuhkan Raja Bujang, maka Burung Garuda dilakukan pembelahan bagian dada. Dari pembelahan Burung Garuda di temukan telur muda Burung garuda, dari Raja Bujang disimpan dan dibawa, dengan adanya hal ini Telur Burung garuda dimasukkan kedalam Museum Mande Rumbiah,’’ jelas Raja.
     
Saat ini masa Mande Rubiah VII dengan nama asli Rakinah. Sebagai pewaris tahta Bundo Kanduang menjadi pemimpin bagi masyarakat, tidak hanya secara simbolik tapi berlaku dalam berbagai kegiatan adat, agama, bahkan pemerintahan. Dalam tataran adat, Mande Rubiah VII yang melantik atau mensyahkan penghulu nan salapan (pimpinan adat).

Mengunjungi Rumah Gadang Mande Rubiah Peninggalan Sejarah Pesisir Selatan Mengunjungi Rumah Gadang Mande Rubiah Peninggalan Sejarah Pesisir Selatan Reviewed by demonfajri okezone on May 12, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.