Melirik Upacara Adat Perkawinan Suku Lembak, Bengkulu

Makan Ketan dalam prosesi adat perkawinan suku Lembak. Foto Dok Jelajah Hutan
BENGKULU - Bengkulu, merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' ini memiliki adat istiadat. Upacara adat perkawinan, misalnya. Adat istiadat ini masih mengakar di suku Lembak atau masyarakat Lembak di Kota Bengkulu.

Upacara perkawinan suku Lembak secara umum, sama. Berbagai tata cara itu prosesi perkawinan itu mulai dari upacara sebelum perkawinan, kegiatan yang dilakukan mulai dari menindai atau melihat kecocokan, betanye atau bertanya, Ngatat Tande atau memadu rasan atau berasan dan Bertunangan atau makan ketan.

Kemudian, upacara perkawinan atau kerje/bapelan, merupakan urutan kegiatan mulai memilih macam bimbang, arai pekat atau kenduri Sekulak, menikah, malam napa, arai becerita atau Walimahan, dan sampai akhirnya menyalang atau nyalang.

Tokoh masyarakat suku Lembak Kota Bengkulu, Usman Yasin menceritakan, pemilihan jodoh pada adat suku Lembak sebelum tahun 1950-an masih didominasi keinginan orangtua (bapak, ibu atau ahli laki-laki atau perempuan), dikenal dengan istilah rasan tue.

Pada masa itu, sambung Usman, ada juga yang memilih jodoh sendiri oleh anak. Hal tersebut lantaran tertarik kepada seseorang, yang kemudian disampaikan kepada orangtua. Namun, kata dia, jika orangtua berkenan maka keinginan akan dilanjutkan. Begitu juga sebaliknya jika orangtua tidak berkenan maka tidak akan melanjutkan.

Nasi ketan. Foto Dok Jelajah Hutan  
Pada adat suku Lembak, sampai Usman, masih banyak orangtua menanyakan terlebih dahulu kepada anak. Hal tersebut untuk mengungkapkan hasratnya untuk menjodohkan dengan si anu anak si anu. Menanyakan kepada anak tersebut, terang Usman, untuk penekanan lebih terarah pada pemberitahuan. Hal tersebut dikarenakan dominsai orangtua lebih dominan.

''Dari kedua bentuk pemilihan jodoh tersebut. Baik dominasi orangtua maupun anak menyampaikan hasratnya kepada orangtua, proses yang dilakukan tetap di mulai dari menindai atau mengamati dan mengevaluasi,'' kata Usman, beberapa waktu lalu.

''Kondisi dominasi orangtua tersebut dimungkinkan pada saat itu belum adanya media yang lebih leluasa bagi pasangan muda-mudi untuk bertemu dan bergaul, secara lebih dekat. Pertemuan hanya dapat dilakukan bila ada pesta perkawinan di balai dalam waktu yang singkat,'' sambung Usman.

Author :

Terima kasih telah membaca artikel Melirik Upacara Adat Perkawinan Suku Lembak, Bengkulu .
Melirik Upacara Adat Perkawinan Suku Lembak, Bengkulu Melirik Upacara Adat Perkawinan Suku Lembak, Bengkulu Reviewed by Demon Fajrie on May 19, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.