Melihat dari Dekat Peninggalan Benda Pusaka di Museum Mande Rumbiah

Benda peninggalan di museum Mande Rubiah.
SUMATERA BARAT - Selain meninggalkan telur garuda sebagai peningalan dalam museum Mande Rubiah. Peninggalan lainnya juga dapat ditemui benda-benda pusaka berupa pedang, Al Quran tulis tangan, Al Quran dengan sampul dari kulit unta dan keris, dan baju-baju kebesaran raja minangkabau.

Rumah gadang ini ada yang aneh. Salah satu tonggak di dalam rumah mengeluarkan air, dan ini dipercaya masyarakat sekitar bahkan ada yang datang dari luar. Di mana air tersebut dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.

Berdirinya museum Mande Rubiah tidak terlepas dari sejarah hijrahnya Bundo Kanduang berserta keluarganya, serta pengikutnya sekira tahun 1520 M dari Pagarruyung ke Lunang. Ratusan tahun keberadaan rumah dan penghuninya ini, sengaja disembunyikan untuk memegang amanah yang mereka terima dan harus dirahasiakan secara turun temurun.

Sekira tahun 70an mulai tersiar kabar di Lunang masih ada keturunan dari Kerajaan Pagarruyung. Hal ini ditandai dengan peninggalan-peninggalan kerajaan serta terdapat pula makam Bundo Kanduang, dan Tuanku, Puti Bungsu, Cindua Mato dan pengikutnya.

Rumah Gadang Mande Rubiah sebagai Museum sekaligus dilaksanakan pameran benda-benda sejarah Mande Rubiah, tanggal 8 hingga 15 Maret 1980 diresmikan sebagai Museum.
 
‘’Rumah ini (museum) merupakan peninggalan sejak dulunya yang secara turun menurun telah diwarisi, dengan menjaga baik peninggala yang ada di dalam museum secara keseluruhan,’’ kata Mande Rubiah dengan nama asli Rakinah, beberapa waktu silam.

Bangunan Museum mande Rubiah mempunyai tiang-tiang penyangga rumah yang berdiri terikat tombak-tombak pusaka. Di tonggak-tonggak tempat tombak-tombak itu berdiri tertulis nama ‘’Tombak Giwang Linggar Jati’’, ‘’Tombak Giwang Teratai Putih’’, dan ‘’Tombak Kijang Sakti Kenanga Putih’’.

Tidak jauh di depan rumah gadang itu, terdapat komplek makam Bundo Kanduang, Dang Tuanku, Puti Bungsu, Cindua Mato dan beberapa pengikutnya.

Makam Bundo Kanduang, Dang Tuanku, Puti Bungsu dan beberapa orang pengikutnya terletak dalam satu komplek. Sementara, kuburan Cindua Mato terpisah hampir satu kilometer dari komplek makam Bundo Kanduang.

‘’Tidak jauh dari sini juga ada komplek pemakaman, yang secara turun menurun dilakukan pengiburan dalam satu komplek, mulai dari Mande Rubiah pertama hingga ke enam,’’ tuturnya.

Bundo Kanduang Minangkabau sebenarnya adalah bernama Siti Halimah yang beristana di Rumah Gadang Bundo Kanduang di Gudam Pagaruyung Tanah Datar.

‘’Semua benda-benda pusaka itu adalah milik Bundo Kanduang Siti Halimah, maka dari itu seluruh peninggalan dalam Museum mesti selalu dijaga dengan baik,’’ demikian Mande.

Untuk ketahui, membaca sejarah Minangkau kerajaan Pagaruyung yang dipercaya sebagai kerajaan peletak adat suku Minangkabau. Sejarah dari tutur orang tua-tua di Pagaruyung Bundo Kanduang mengirap ke Langit, pasca kalah berperang dengan raja Tiang Bungkuk dari Tamiang (kira-kira di daerah Sungai penuh).

Mengirap? apakah Bundo Kanduang yang dikenal sakti itu bisa naik kelangit dengan membawa sebagian besar pengikutnya yang setia?

Melihat dari Dekat Peninggalan Benda Pusaka di Museum Mande Rumbiah Melihat dari Dekat Peninggalan Benda Pusaka di Museum Mande Rumbiah Reviewed by demonfajri okezone on May 13, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.