Lawu, Gunung Tertua di Pulau Jawa

Gunung Lawu. Foto Braman
JAWA TENGAH - Gunung Lawu tak bisa dipisahkan dari tradisi masyarakat Jawa, setiap bulan Suro. Gunung yang memisahkan dua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur ini selalu ramai dikunjungi masyarakat. Baik dari Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah maupun dari luar kota Karanganyar.

Gunung yang memiliki ketinggian 3.265 Mdpl ini di percaya Gunung tertua di pulau Jawa. Selain di percaya sebagai gunung tertua di pulau Jawa, gunung Lawu pun di percaya sebagai salah satu poros atau sumber budaya Jawa.

Dibandingkan gunung lainnya di Indonesia, hanya gunung Lawu yang memiliki tiga puncak. Sehingga tak heran bila gunung lawu di anggap memiliki misteri tersendiri yang belum terungkap.

Salah satu warga Mojosongo, Solo, Jawa Tengah Sarwoko (55), mengatakan dirinya masih mempercayai adat nenek moyang leluhurnya. Sehingga setiap bulan Suro dirinya selalu naik ke puncak Lawu.

''Setiap Suro saya naik ke puncak Lawu. Bukan untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru hijiriah saja, terus terang saya melakoni (melakukan ritual) di puncak Lawu,'' ungkap Sarwoko, beberapa waktu silam.

Biasanya, dirinya berada di atas Gunung Lawu hingga enam bulan. Selama di puncak. Sarwoko mengaku, melakukan ritual-ritual. Ritual pertama, dilakukan puncak gunung Lawu, yakni di Hargo Dalem, atau Hargo Dumiling.

Di puncak, biasanya dirinya mandi di salah satu sumber air di puncak Lawu. Seperti, di Sendang Drajad. Selain itu, mereka akan bersemedi sambil membakar dupa dan menabur bunga di lokasi yang dianggap keramat misalkan pamoksan (tempat menghilangnya) Prabu Brawijaya V.

Sarwoko mempercayainya, jika melakukan ritual berdoa pada Yang Maha Kuasa ke gunung Lawu pada saat bulan Suro agar diberikan keberkahan, ketentraman hidup, kesehatan keselamatan dan kebarokahan dalam menjalani kehidupan selama setahun ke depan.

''Enam bulan saya ada diatas. Selama diatas, saya melakukan ritual di tempat-tempat kramat. Ini bukan musrik, tujuannya hanya satu untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Hanya caranya dilakukan di atas gunung,'' terang Sarwoko.

Tradisi itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bahkan dari Kraton Solo dan Ngayogyakarta juga melakukan ritual larung sesaji di puncak gunung Lawu. Mereka biasa melakukan ritual tersebut yang di nilai justru menambah tali silaturahmi. Sebab, bertemu banyak orang dari berbagai daerah dengan tujuan sama ke puncak Lawu.

''Orang Jawa punya tradisi sendiri. Itu sudah turun temurun. Banyak masyarakat yang lakukan ritual doa ke puncak Lawu,'' kata Sarwoko.

Selain para pendaki ritual, Gunung Lawu pun banyak dikunjungi para pendaki yang benar-benar ingin menikmati keindahan alam dari puncak Gunung Lawu. Apalagi, hanya di Gunung Lawu, satu satunya gunung yang memiliki warung dipuncaknya. Setiap Suro, warung yang buka 24 jam ini selalu ramai disinggahi para pendaki.

Penulis : Braman

Terima kasih telah membaca artikel Lawu, Gunung Tertua di Pulau Jawa.
Lawu, Gunung Tertua di Pulau Jawa Lawu, Gunung Tertua di Pulau Jawa Reviewed by demonfajri okezone on May 30, 2018 Rating: 5

1 comment:

  1. seru kayaknya untuk Trip Adventure... thanks infonya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.