Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Baca Tips Ini...

Puncak Gunung Bukit Kaba. Foto Dok Jelajah Hutan
BENGKULU - Bengkulu bukan hanya memiliki obyek wisata, air terjun, pantai panjang, danau dendam tak sudah. Namun, provinsi yang memiliki julukan ''Bumi Rafflesia'' ini juga memiliki gunung berapi aktif.

Bukit kaba, namanya. Gunung dengan ketinggian sekira 1.938 Mdpl ini berada di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Pemandangannya, indah. Patut untuk disambangi para penggiat alam bebas.

Ada beberapa tips aman para pendaki saat musim penghujan. Seperti yang disampaikan salah satu senior Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), Kampala, Universitas Bengkulu (Unib), Provinsi Bengkulu, R. Tri Prayudhi.

Pria yang akrab disapa Jack ini mengatakan, di musim hujan cuaca di atas puncak gunung akan lebih ekstrem. Sehingga membutuhkan persiapan mendasar. Persiapan fisik dan mental, perlengkapan, misalnya.

''Semua harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Itu untuk mengantisipasi kondisi medan yang menantang saat musim hujan,'' kata Jack, salah satu senior Mapala tertua di Bengkulu ini, beberapa waktu lalu.

Persiapan itu berupa :

1. Pakaian.
Saat mendaki penaki mesti meyiapkan pakaian ganti serta jaket waterproof, jaket anti-dingin, hingga pakaian tidur. Pakaian yang dibawa juga dry-fit atau mudah kering.

Sebab, selain bakal irit tempat buat barang bawaan, pakaian berbahan dry-fit bakal 10 kali lebih cepat kering dari pakaian biasa dan hindari pakaian atau celana berbahan jeans.

2. Packing.
Persiapkan perbekalan sematang mungkin, ransel pendaki mungkin menggunakan bahan kedap air. Tapi, air hujan dapat merembes melalui celah ritsleting atau jahitan. Lapisi ransel anda dengan rain cover, dan lapisan dalam harus dilapisi kantong kedap air atau trash bag untuk menghindari air merembes masuk dan membasahi isi tas.

Langkah pertama : pastikan sebelum dimasukan ke dalam keril, semua barang-barang sudah dimasukan ke dalam plastik. Pisahkan antara baju, alat mandi, logistik, alat masak, obat-obatan dalam plastik yang berbeda.

Langkah kedua : kalau memungkinkan, bawa box makan plastik buat tempat semua elektronik. Seperti, handphone (Hp), kamera, powerbank, headlamp. Kecuali berlabel waterproof, semua elektronik akan meninggal jika kena air. Pastikan alat elektronik dalam keadaan mati.

Langkah ketiga : sebelum masukan barang yang dibungkus plastik dalam keril, trashbag terlebih dahulu dimasukkan ke keril. Sehingga perlindungan dari air akan lebih aman.

3. Ikuti manajemen pendakian di pos-pos jaga, patuhi aturan dan larangan dari petugas. Cuaca sering kali tidak diduga. Apabila di larang maka jangan memaksa mendaki.

4. Simpan kontak petugas dan berikan no hp kepada petugas, jika terjadi darurat pendaki atau petugas bisa berkomunikasi dengan cepat.

5. Berdoa sebelum perjalanan pendakian.

6. Jaga fisik dan nutrisi.
Jangan lupa makan sebelum mendaki. Ngemil selama pendakian. Terpaling penting adalah minum air putih diperbanyak serta tambah asupan vitamin, terutama vitamin C, biar daya tahan tubuh kamu meningkat.

Dengan daya tahan tubuh yang baik, pendaki bisa menjamahi gunung dengan semangat meski cuacanya kurang ramah.

7. Pelajari jalur yang dilalui dan hindari jalur yang berisiko.
Mempelajari jalur yang hendak dilalui saat mendaki sangatlah penting. Apalagi, hujan yang turun bisa meningkatkan risiko yang dihadapi.

Hindari jalur-jalur berisiko tinggi dan membahayakan. Seperti rawan longsor atau sangat licin. Lebih baik pilih jalur yang mudah dan tidak perlu memaksakan diri.

Memilih gunung yang memiliki banyak shelter bisa menjadi pertimbangan, pendaki bisa dengan mudah menemukan tempat berteduh.

8. Sebelum pendaki memutuskan untuk mendaki, sebaiknya memantau cuaca di daerah gunung yang didaki lewat situs BMKG atau aplikasi cuaca. Seperti AccuWeather yang bisa dipasang di hp. Meskipun cuaca di gunung sulit di prediksi namun setidaknya ada gambaran.

9. Jangan gunakan sandal, lebih baik kenakan sepatu boots.
Di musim hujan, pendaki akan menghadapi jalur licin, becek, dan berlumpur. Sandal bisa dengan mudah terperangkap dalam belitan lumpur yang mengakibatkan rentan putus. Sepatu boots yang kedap air adalah lebih baik. Sehingga pendaki bisa bermanuver dengan lebih baik.

Sebagai tambahan, pendaki memasang gaiter di kaki. Fungsinya, untuk menghindari gigitan lintah atau pacat yang biasanya keluar kandang di musim hujan.

10. Strategi.
Mendaki di musim hujan itu perlu strategi. Karena banyak mengadung resiko.

a. Kalau rombongan banyak, orang-orang yang kuat, diposisikan didepan, agar saat tiba dilokasi bisa bangun tenda. Usahakan jangan sendiri, minimal berdua. Selain bawa tenda, pendaki juga bawa alat masak.

b. Kalau rombongan sedikit, jangan terpisah terlalu jauh. Ditakutkan ada teman yang tidak tahan dingin lalu kehujanan akan berdampak hypo.

11. Jika jalur melewati sungai, perhatikan warna air.
Bila air berwarna coklat dan keruh artinya terjadi banjir di hulu, disarankan untuk tidak menyerang sungai dan cari posisi yang tinggi dari bibir sungai, istirahat sambil menunggu arus sungai reda.

12. Kemas jas hujan raincoat atau ponco di bagian atas ransel.
Jika hujan dapat diambil dengan mudah, dan jangan remehkan peran poncho untuk melindungi tubuh dari air hujan yang menderas.

13. Pilih lokasi camp di tempat yang terbuka namun masih ada vegetasi (pohon). Lihat kondisi pohon, hindari posisi tenda dekat pohon yang tinggi dan lapuk, karena saat angin bisa rubuh, dan bisa tersambar petir.

14. Matikan alat komunikasi atau elektronik saat kilat petir terlihat, karena dapat menghatarkan elektroda dari alat elektronik pendaki. Sehinga daya rambat petir bisa menyambar.

''Dengan persiapan yang matang, maka kemungkinan terburuk akan terhindari saat mendaki gunung di musim hujan,'' pungkas Jack.

Author :

Terima kasih telah membaca artikel Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Baca Tips Ini....
Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Baca Tips Ini... Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Baca Tips Ini... Reviewed by Demon Fajrie on April 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.