Bibit dari Zaman Belanda Itu Kopi Andalan ''Bumi Rafflesia''

Biji petik merah dari Tanah Hitam
BENGKULU - Provinsi dengan julukan ''Bumi Rafflesia'', Bengkulu bukan hanya memiliki wisata indah dan cantik. Di provinsi dengan sepuluh kabupaten/kota ini terdapat kopi unggulan. Patut di coba!.

Kopi tanah hitam 'Trabas', namanya. Kopi rosbusta biji petik merah ini berasal dari desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Manis, rasanya. Berbeda dengan kopi lainnya. Sekali coba bikin nagih.

Tanaman kopi itu berasal dari kebun petani masyarakat setempat. Bibitnya, londo atau biji kecil. Konon, bibit kopi tersebut berasal dari Belanda. Ketika menjajah Bengkulu. Kopi robusta cikari itu pun masih tumbuh subur di tanah hitam.

Untuk menghasil kopi robusta sempurna, petani menggunakan beberapa metode. Di mana biji kopi di pilih, petik merah. Biji kopi pun di pilih secara teliti. Proses selanjutnya full wash atau proses basah.

Tahapan ini biji petik merah di rendam dalam wadah atau bak. Tujuannya, mengambil biji petik merah yang tenggelam. Biji petik merah mengapung pun dipisahkan. Langkah selanjutnya, biji petik merah di cuci beberapa kali. Hingga lendir bersih.

Proses pengelolan dilanjutkan perendaman buah biji merah, 24 jam lamanya. Kemudian, di cuci kembali beberapa kali. Usai di cuci, langkah selanjutnya penjemuran di balai dump. Proses ini biji kopi tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Kemudian, proses yang dinamankan honey process. Langkah ini biji kopi yang masih berlendir kembali di jemur hingga kelembaban 12 persen. Proses terakhir, natural. Biji petik merah di jemur hingga kering di dalam balai dump. Lalu, kopi di tumbuk menggunakan mesin kopi.

Salah satu petani tanah hitam, Putri Eka menyampaikan, pengelolaan kopi dengan tiga metode itu agar menghasilkan citra rasa kopi yang tinggi. Beda kopi robusta Cikari atau biji kecil, dengan robusta lainnya tidak memiliki rasa asam. Sementara, robusta sintaro memiliki sedikit rasa asam.  

''Kopi tanah hitam berasal dari bibit londo Belanda. Belum ada diremajakan. Sehingga citra rasanya masih khas,'' kata Putri.

Saat ini, kata Putri, masyarakat khususnya petani kopi di desa-nya mulai beralih dalam pengeloaan kopi biji merah, tiga metode . Sebelumnya, sampai Putri, pengelolaan kopi hanya diproses singkat.

''Kopi tanah hitam sudah menembus pasar di pulau Jawa,'' aku Putri.

Author :

Bibit dari Zaman Belanda Itu Kopi Andalan ''Bumi Rafflesia'' Bibit dari Zaman Belanda Itu Kopi Andalan ''Bumi Rafflesia'' Reviewed by Demon Fajrie on April 22, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.