Dari Jualan Pendap, Empat Anak Fatmawati Lulus jadi Sarjana

 Fatmawati (61), warga Kelurahan Pasar Bengkulu Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu
BENGKULU - Siapa yang tidak mengenal sosok pahlawan kemerdekaan nasional, Raden Ajeng Kartini. Ya, wanita kelahiran Kota Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 ini, merupakan tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum hawa Indonesia.

Hingga saat ini, semangat para perempuan dalam berpartisipasi di lingkungan masyarakat pun masih terus berlangsung, yang sekarang dikenal dengan 'Kartini Masa Kini'.

Seperti halnya, Fatmawati (61), warga Kelurahan Pasar Bengkulu Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, sukses menyekolahkan keempat anaknya hingga sarjana.

Keseharian perempuan kelahiran tahun 1954, yang hanya pembuat makanan khas Bengkulu Pendap atau Ikan Pais ini juga telah berhasil anaknya mendapatkan pekerjaan yang layak. Tidak hanya itu, istri dari M Rafiq ini juga menguliahkan tiga orang keponakannya, didua universitas di Kota Bengkulu.

''Alhamdulillah, semua anak saya sudah lulus semua dan telah mendapatkan gelar sarjana muda (Diploma III) dari hasil penjualan pendap ini. Kalau penghasilan lain saya dan suami tidak ada,'' kata Fatimawati, beberapa waktu lalu.

Nenek dari 7 orang cucu ini, berkisah, usaha yang digelutinya saat ini sudah dilakukan sejak 36 tahun silam, yang mana ilmu meracik pendap yang telah mendunia ini, diperoleh dari orangtuanya. Semasa itu, anggota keluarganya membuat pendap hanya untuk dikonsumsi sendiri.

Namun, lantaran makanan khas ini digemari masyarakat Bengkulu, secara perlahan tapi pasti dirinya mulai terjun kedunia usaha untuk menjual oleh-oleh makanan khas Bengkulu kepasaran didalam Kota Bengkulu.

Seiring dengan perjalanan waktu, usaha pendap yang ditekuni, Cik Timah mulai berguming. Sebab, pendap yang memiliki rasa pedas dan gurih untuk disantap dengan nasi putih ini, diketahui telah menjadi langanan mantan Presiden Indonesia ke 5, Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, Top Chef Indonesia, Farah Farhanah Quinn, sempat menginap di kediamannya untuk mengetahui secara persis tata cara pembuatan pendap.

''Dulu pertama-tama masak pendap untuk keluarga saja, sekarang sudah dipasarkan dan dijadikan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga,'' kisah orang tua dari Jamaludin ini.

Cik Timah mengatakan, penghasilan dari penjualan pendap tersebut hanya memperoleh keuntungan kotor Rp 1,5 juta, sebab untuk membuat pendap sebanyak 150 bungkus pendap membutuh modal sekitar Rp 800 ribu.

Meskipun demikian, ibu dari Rendi Nata ini, tetap mensyukuri hal tersebut, sebab kebutuhan sehari-hari masih bisa tercukupi.

''Sekarang saya hanya buat pendap seminggu sekali, karena fisik sudah mulai lemah,'' jelas dia.

Perempuan yang akrab disapa Cik Timah ini, menambahkan, keempat anaknya telah memperoleh pekerjaan. Untuk anak pertama, Jamaludin yang merupakan jebolan dari Universitas Bengkulu, berprofesi sebagai pemasangan instalasi listrik.

Sementara anak kedua, Rendi Nata, jebolan Universitas Dehasen (Unived), berprofesi sebagai sales, anak ketiga Dedi Damhudi Universitas Bengkulu berprofesi sebagia pedagang dan anak bungsu M Ali Zulfikar, berprofesi sebagai Satpam disalah satu SMP di Kota Bengkulu.

''Tiga anak saya semuanya sudah menikah, tinggal yang paling bungsu saja belum menikah,'' imbuh Fatmawati.

Berkat ketekunan, wanita ini pun jika tidak ada halangan akan menunaikan ibadah umroh, tanggal 7 Mei mendatang, yang mana keberangkat dirinya bersama sang suami itu dibiayai oleh salah seorang dosen Universitas Bengkulu.

''Dosen Unib mau memberangkatkan saya Umroh bulan Mei nanti. Semua persiapan sudah kami urus,'' demikian Fatimawati. 
Dari Jualan Pendap, Empat Anak Fatmawati Lulus jadi Sarjana Dari Jualan Pendap, Empat Anak Fatmawati Lulus jadi Sarjana Reviewed by demonfajri okezone on October 29, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.