Pergi Sekolah, Dua Bocah Berjalan Kaki di Hutan Belantara Sejauh Lima KM


BENGKULU - Dua bocah kakak beradik yang merupakan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Taba Padang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, ini harus berjalan kaki sekira 1,5 jam hingga 2 jam untuk menuju sekolahnya, yang berada di pusat desa.

Bagaimana tidak? dua kakak adik ini, tinggal di kawasan hutan belantara yang berjarak sekira 5 kilometer (km) dari tempat dia menimpa ilmu. Tepatnya, di kawasan hutan desa. Aktivitas itu telah dilakoni sejak tiga tahun terakhir.

Tak jarang pula, kedua kakak adik ini kerap bertemu dengan hewan buas. Mulai dari ular dan babi. Meskipun demikian, mereka tetap bersemangat untuk mendapatkan mata pelajaran dari tenaga pengajar di tempat dia menimba ilmu.

Mereka berdua tinggal di sebuah pondok reot yang sewaktu-waktu bisa roboh diterjang angin kencang, di lereng bukit pacat, Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang.

Hidup dengan serba kekurangan tidak membuat mereka berdua patah semangat dalam menimba ilmu di sekolah. Pasalnya, setiap hari keduanya berjalan kaki menuju pusat desa. Dimana kondisi jalan masih tanah kuning bercampur debu saat cuaca cerah serta berlumpur saat cuaca sedang dilanda hujan.

Dua bersaudara itu, bernama Yakin Dan Pecaya dan adiknya, Eka. Sebelum, Eka masuk sekolah, Yakin Dan Percaya, berjalan seorang diri di kawasan hutan rimba selama dua tahun, tanpa ada rasa takut sedikit pun untuk melintasi semak belukar di wilayah itu.

Bocah rimba itu, saat ini sudah duduk dibangku kelas III SDN 07 Taba Padang. Sementara, adiknya, Eka, duduk dibangku kelas I di sekolah yang sama. Kedua bocah itu terpaksa berjalan kaki, lantaran kondisi keluarganya serba berkecukupan dan jauh dari kata layak.

Secara ekonomi kedua dua orangtua mereka hanya buruh serabutan, yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Sebab, kedua orangtuanya hanya berkebun kopi diatas lahan hutan desa, yang belum membuahkan hasil.

Sesekali kedua orangtuanya mendapatkan seseran membersihkan areal perkebunan milik warga setempat, dengan upah seadanya. Meskipun demikian, kedua orangtuanya tetap menginginkan kedua anaknya untuk bersekolah.

Yakin Dan Percaya mengaku, sebelum adiknya ikut sekolah. Dirinya hanya seorang diri berjalan kaki menuju ke sekolah setiap hari. Untuk tepat waktu tiba di sekolah dirinya berangkat dari gubuk reot milik orangtunya, sekira pukul 06.01 WIB.

Dalam perjalanan menuju sekolah, sampai Yakin, dirinya sama sekali tidak memiliki rasa takut berjalan di semak melukar hutan belantara. Sebab, hal tersebut sudah terbiasa sejak dirinya masih kecil.

''Tidak ada takut. Sebelum adik saya sekolah, saya berjalan sendiri menuju ke sekolah,'' kata Yakin, dengan polos, saat ditemui belum lama ini.

Saat berangkat ke sekolah, bocah kelas III ini, sudah mengenakan seragam serta menyandang tas yang diisi dengan buku tulis dan pelajaran seadanya. Ia pun mengaku, jika setiap hari dirinya setiap hari pulang pergi menuju sekolah dan rumah selalu berjalan kaki.

Selain itu, terang bocah berusia 10 tahun itu, jika cuaca sedang hujan dirinya terkadang tidak bersekolah. Kondisi itu, disebabkan disepanjang jalan setapak yang dilaluinya masih kondisi tanah kuning.

Sehingga, ketika dilanda hujan  tanah itu menjadi berlumpur. Namun, tak jarang juga dirinya mesti berangkat ke sekolah walaupun kondisi cuaca sedang dilanda hujan dengan intensitas ringan.

''Saya tiba di sekolah terkadang telat, jika sedang dilanda hujan. Kadang, saya tidak sekolah kalau hujan deras,'' imbuh bocah kelahiran 2007 itu.

Ditemui terpisah, mantan Kepala Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi, Yoyon mengatakan, Yakin setiap hari selalu berjalan kaki sejauh 5 km dari pondok di kawasan hutand desa. Sebab, kata dia, kedua orangtuanya tidak memiliki rumah di pusat desa.

Yoyon menjelaskan, kondisi itu sudah dilakukan Yakin sejak dirinya masuk sekolah tiga tahun silam. Namun, saat ini Yakin berangkat sekolah bersama adiknya, Eka.

''Dia tinggal di pondok areal hutan. Saya pertama juga tidak percaya, ada bocah berjalan kaki seorang diri didalam hutan ke sekolah. Saya sempat bertemu dia (Yakin) pulang dari sekolah berjalan sendirian,'' jelas Yoyon.

Yoyon menjelaskan, kedua orangtuanya hanya memiliki pekerjaan tidak tetap. Dimana dirinya hanya menggarap lahan hutan desa, dengan cara berkebun kopi dan sejenisnya. Sementara, pekerjaan lain sama sekali tidak ada.

''Dia perantau, tinggal disini (hutan desa) sudah belasan tahun,'' jelas Yoyon.

Kondisi serba kekurangan itu, lanjut Yoyon, dari perangkat desa sempat memberikan bantuan kepada keluarga Yakin. Begitu juga dengan pihak sekolah. Bantuan dari pihak sekolah, sampai Yoyon, mulai dari pemberian alat tulis untuk Yakin dan Eka.
Bahkan, terang Yoyon, biaya pendidikannya pun dbantu dari pihak sekolah dengan melakukan sumbangan kepada keluarga, Yakin dan Eka.

''Kita sudah bantu seadanya. Buku tulis dan peralatan sekolah lainnya. Begitu juga dengan pihak sekolah,'' pungkas Yoyon.

Pergi Sekolah, Dua Bocah Berjalan Kaki di Hutan Belantara Sejauh Lima KM Pergi Sekolah, Dua Bocah Berjalan Kaki di Hutan Belantara Sejauh Lima KM Reviewed by demonfajri okezone on August 27, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.