Menikmati Secangkir Kopi Unggulan Bengkulu Ditepi Samudera Hindia


BENGKULU - Bengkulu, merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi yang memiliki julukan ''Bumi Rafflesia'' ini, bukan hanya memiliki destinasi wisata, sejarah, gunung, air terjun dan pantai.

Namun, provinsi dengan jumlah penduduk sekira 1,8 juta ini juga memiliki wisata kuliner, yang patut dan layak untuk dicoba dan dinikamati oleh kalangan wisatawan. Seperti halnya, wisata kopi unggulan Bengkulu, Fine Robusta.

Selain dapat menikmati manisnya kopi Fine Robusta Super. Kalangan pelacong juga akan disuguhi dengan pemandangan indah, yang tentunya bikin pikiran menjadi fress setelah bekerja selama satu pekan.

Di lokasi ini, pengelola atau owner membuat konsep kedai dengan metode Garden atau taman nongrong, yang langsung menghadap samudera hindia. Tepatnya di tepi pantai tapak paderi Kota Bengkulu. Tempat nongkrong itu, diberi nama 'Kedai Konakito'.

Tidak hanya itu, di tempat ini juga wisatawan dapat menikamati live musik yang disiapkan oleh pengelola kedai. Konsep Garden yang diterapkan pun, dibuat serasa di areal perkebunan kopi.

Pasalnya, meja dan kursi untuk para pengunjung dibuat secara alami atau outdoor. Ditambah pohon kopi robusta dan arabica dan pepohonan lainnya disekitar kedai membuat suasana menjadi lebih asri.

Selain menawarkan pemandangan sunset nan indah, di kedai ini menawarkan berbagai citra rasa kopi unggulan Bengkulu, yang tak membuat kantong menjadi bolong. Sebab, harga yang ditawarkan sesuai dengan selera para pengunjung. Dari harga Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per gelas.

Minuman yang ditawarkan itu, V60 arabica dan robusta, aeropress arabica dan robusta. Lalu, ekspresso robusta super, ekspresso robusta lanang serta ekspreso arabica. Pilihan lainnya, berupa tubruk robusta dusun.

Kemudian, tubruk robusta super tubruk robusta lanang dan tubruk robusta semang, tubruk arabica, arabica luwak, tubruk semar 82, latte hot pure, cold pure, capucino hot, capocino cold dan hot moca serta minuman lainnya.

Untuk menyambangi kedai ini cukup mudah. Pasalnya, kedai ini berada di kilometer '0'. Persisnya di Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Persisnya di obyek wisata Tapak Paderi.

Penyajian kopi di kedai ini diracik oleh tangan profesioanal, yang mana mereka menggunakan alat khusus untuk menghasilkan citra rasa atau aroma kopi yang sempurna, bagi setiap penikmat kopi yang berkunjung ke kedai.

Ditempat ini pun saat ini dijadikan tempat bersantai kalangan pejabat, ASN, pengusaha, mahasiswa dan pelajar, sembari membicarakan rencana atau menciptakan ide-ide cermerlang.  

Salah satu owner kedai Konakito Heri Supandi menceritakan, kopi yang disuguhi untuk penikmat kopi di kedai berasal dari olahan sendiri. Dimana buah biji petik merah kopi diambil secara langsung dari tangan petani di Kabupaten Kaur, Rejang Lebong, Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Utara.

Usai diolah, biji petik kopi tersebut ditumbuk menggunakan mesin penumbuk khusus biji kopi yang dimiliki kedai.

''Bubuk kopi berasal dari olahan sendiri. Buah biji petik merah kopi kita ambil dari tangan petani kopi di sejumlah kabupaten di Bengkulu,'' kata Heri, belum lama ini.

Kopi robusta super dan arabica di kedai, sampai Heri, sudah diuji di Puslitkoka Asosiasi Eksportir Kopi Indoensia (AEKI). Point untuk kopi robusta diberi nilai 86,76 point. Sementara arabica diberi point 83,44.

Heri menyampaikan, kopi ekspreso robusta dan ekspreso arabica diracik menggunakan saring khusus yang dimiliki kedai. Biasanya, kata dia, kopi itu dipesan oleh penikmati kopi serius. Sebab, kopi yang disajikan tersebut hanya menyajikan sari kopi.

Pria yang akrab disapa Hercu ini menjelaskan, yang membedakan kopi ekspreso dengan kopi tumbruk terletak pada penyajian kopi, yang biasanya disajikan di rumah-rumah atau warung-warung.

Ia mencontohkan, penyajian kopi tubruk diracik dengan cara singkat. Dalam arti menyeduh kopi dengan air hangat dengan memasukkan secara langsung kopi dan gula kedalam gelas. Sehingga kopi tersebut langsung bisa dinikmati.

''Kopi ekspreso prosesnya cukup panjang, dan menggunakan alat khusus,'' jelas bapak satu anak ini.

Hercu pun mengklaim, jika kopi robusta yang disajikan di kedai ini juga sudah menembus ke pasar nasional hingga internasional. Seperti, sejumlah provinsi di pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan, Bali serta Moskow, Rusia.

''Harga yang kita jual dua kali lebih mahal dari harga kopi tradisional. Per kilonya Rp150 ribu, kalau yang tradisional biasanya Rp60 ribu per kilo,'' tutup Hercu.

Menikmati Secangkir Kopi Unggulan Bengkulu Ditepi Samudera Hindia Menikmati Secangkir Kopi Unggulan Bengkulu Ditepi Samudera Hindia Reviewed by demonfajri okezone on August 13, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.